PT. Geoteknika zroiker

geoteknika
blog-img
01/01/2026

Kestabilan lereng degrees low

Marsin | Geotek

Kestabilang lereng dengan keamanan dan ekonomis lereng dilihat dari keamanan itu tinkat FK nya dan ekonomis tinggi lereng nya sampai pit limit lereng, makin tinggi lereng kecil IUP tambangnya. Yang negatif pada gambar gaya dorong berkuran (melemah) jadi dilihat banyak negatif jadi gaya penahan kurang serangan terhadap gaya dorong (fellenius) sedangkan Mohr-Coulomb gaya penahan melemah. 

A. Sudut Dasar Irisan 

Definisi: Sudut kemiringan yang terbentuk antara garis horizontal dengan dasar dari suatu irisan tanah tertentu.Nilai positif vs negatif:

Positif (+): Biasanya berada di bagian atas atau tengah lereng, di mana dasar irisan miring searah dengan arah potensi longsor (berkontribusi meningkatkan gaya pendorong).

Negatif (-): Sering terjadi di bagian kaki lereng (toe) jika bidang runtuhnya melengkung ke atas. Pada area ini, dasar irisan justru melawan arah pergerakan longsor utama dan bertindak sebagai penahan (passive resistance).

1. Wolmar Fellenius (1936)Pelopor metode irisan lingkaran (Ordinary/Fellenius Method). Konsep sudut negatif ini muncul secara matematis pada irisan-irisan di bagian kaki lereng ketika pusat rotasi longsoran berada dekat puncak lereng, sehingga arah kemiringan dasar irisan berlawanan dengan kemiringan lereng utama.

2. Alan W. Bishop (1955) & Nilmar JanbuPengembang metode irisan yang lebih diperhitungkan (Simplified Bishop dan Janbu Method). Mereka membahas bagaimana sudut dasar irisan (termasuk sudut negatif pada lingkaran longsor yang sangat dalam) memengaruhi perhitungan gaya penahan serta nilai Faktor Keamanan (FK).

3. Pedoman Resmi dan Standar NasionalSKBI-2.3.06 (1987) (Standar Konstruksi Bangunan Indonesia): Secara spesifik mengulas tata cara analisis stabilitas lereng jalan dan menyebutkan perilaku sudut negatif (-) di lereng paling bawah serta pengaruhnya terhadap keakuratan rumus Fellenius.Buku Teks Utama Geoteknik: Konsep ini diajarkan secara universal di universitas melalui buku-buku standar geoteknik, seperti karya Braja M. Das (Principles of Geotechnical Engineering) dan Karl Terzaghi (Bapak Mekanika Tanah Dunia)

B. Sudut Tan ?

Persoalan sudut tan ? yang ada pada gaya penahan, sudut geser dalam adalah sudut kemiringan alami pada tanah dan batuan (ini sudut) dan ada lagi sudut failure jadi dua sudut dan membentu tan ? karena sudut cos ? dan sin ?.

Bagikan :
  Facebook  |  Google  |  Twitter  |  Email

Populer






Address

kolaka, pomalaa

indonesia, 93562

Contact

Phone: +6282188732446
Email: marsin@geoteknika.id

Opening Hours

Mon-Sat: 11AM - 23PM
Sunday: Closed

Follow Us